Langsung ke konten utama

Postingan

Nice August

Tik tok tik tok tik tok.. waktu terus berjalan tanpa henti, dan detik terus bergulir. Sudah 8 bulan aku menghabiskan hari-hariku di rumah sakit ini. Pada bulan ke-delapan bekerja, agustus, Allah memberikan kado yang sangat indah. Lewat bu Desy, koordinator pelayanan farmasi, Allah menetapkan aku menjadi penanggung jawab shift untuk tim yang baru. Tim rawat inap agustus terdiri dari fajar, Neng Nur dan Zaki. Meskipun power ranger itu berlima, dan kami hanya berempat, kami tidak kalah keren dibanding power ranger. :) Belum pernah sebelumnya menemukan tim sesolid ini. Di antara kami seperti tak ada jarak. Meskipun aku penanggungjawab shiftnya, kami tidak segan untuk bercanda. Kalau sudah dibully, biasanya aku akan bilang, “ dasar kalian anak durhaka! ” Ah mereka selalu membuatku tertawa. Apapun masalah dalam satu shift, supaya gak stress, kami ketawain aja. Prinsip sesat kami adalah masalah ada untuk diketawain . Wkwk Tapi, dalam urusan kerjaan, kami bisa super serius. Cito ...

Kenapa Menunggu Obat Lama

Hai semua, apa kabar? Seonggok apoteker  yang sedang patah hati, dari sudut kota bandung yang dingin ingin berbagi cerita.  Kenapa nunggu obat di farmasi itu lama? Pelayanan farmasi adalah suatu  proses yang panjang . Ketika resep datang, asisten apoteker mengisi lembar skrining administratif dan apoteker melakukan review terhadap dosis, interaksi, kontraindikasi (termasuk riwayat alergi) dan duplikasi terapi. Resep yang lolos diinput dan dibayar oleh pasien. Asisten apoteker mengambil obat sesuai tracer, disatukan dengan resep dan etiket dalam satu keranjang. Selanjutnya keranjang diserahkan kepada asisten apoteker yang bertugas mengemas obat. Petugas mengemas obat dengan memperhatikan kesesuaian tracer, resep asli dan fisik obat, menempelkan etiket dan menulis expired date. Obat yang sudah dikemas dicek oleh asisten apoteker yang bertugas sebagai petugas cek. Latas diserahkan kepada apoteker ‘petugas serah’ untuk dicek lagi dan diserahkan kepada pasien. Kur...

Ramadhan & Obat Anti Tuberculosis

Dear pharmacist, By the way, ramadhan sebentar lagi. Semoga masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan yang penuh rahmat. Siap-siap ngatur jadwal obat pasien yak (padahal sendirinya masih terseok-seok belajar). Salah satu yang ingin saya bahas kali ini adalah terapi tuberculosis atau lebih singkatnya disebut TB. Beberapa hari yang lalu saya mendapat pertanyaan dari seorang perawat, “minum obat anti TB harus pagi atau gimana?” Seperti yang kita tau, terapi TB minimal dijalankan selama 6 bulan. 6 bulan yang terdiri dari fase intensif pada dua bulan pertama dan fase lanjutan pada empat bulan selanjutnya. Untuk pasien TB (kategori 1) dewasa dan tidak memiliki kondisi khusus, akan mendapat terapi HRZE (isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, ethambutol) selama 2 bulan, dan HR (isoniazid dan rifampicin) selama 4 bulan. Absorbsi rifampicin dapat ditunda atau diturunkan konsentrasi puncaknya oleh makanan. Sehingga obat TB dalam bentuk kombinasi dosis tetap (KDT) harus diminum pada ...

Bijaknya Asistenku

Seperti biasa, hari sabtu pasien membludak entah mengapa. Aku berangkat dengan angkot, 37 menit sebelum jam kerja. Dan disambut macet. Oh noo~ Supaya gak telat, aku memutuskan untuk turun dari angkot, jalan kaki dari gerbang tol ke rumah sakit. Pukpuk sepatu baru *cieee Like i've predicted before, pasien rawat jalan membludak dan panggilan edukasi obat untuk pasien rawat inap juga menumpuk, membuatku ingin belajar jurus seribu bayangan kayak naruto. Tiba-tiba ada masalah IT, invoice yang ga keprint otomatis, antrian yang gak bisa diklik, komputer mulai lemot (padah masalah ini jarang terjadi). Akibatnya ada antrian yang kelewat, dan aku pun diomeli. Senyum dan minta maaf sambil menyerahkan obat adalah jalan satu-satunya, karena dijelaskan masalahnya pun aku tetap diomeli :) Sekitar usai sholat magrib, aku menemukan resep antibiotik anak yang underdose. Setelah dihitung, konfirmasiku diterima. Ah senangnya ^^ Ada kebahagiaan tersendiri ketika ...

Innocent Face

Sabtu, sekitar jam 5 sore aku main ke tempat belajarnya teman-teman yang akan ujian apoteker. Semangat yaa teman-teman, semoga kali ini bisa dapat gelar apotekernyaaa! :) Aku duduk di dekat buku-buku milik wulan. Karena ngerasa haus, aku pun minum air minum kemasan yang ku beli tadi pagi. woow ajaib, airnya masih dengan suhu seperti dikeluarin dari kulkas. Aku pun minum hingga hampir habis. Setelah ketemu mbak iras dan juju, wulan ngajakin pulang. Sebenarnya pengen banget ketemu Nunu, tapi Nunu masih diskusi sama seniornya. Ditunggu-tunggu ga muncul juga, akhirnya memutuskan pulang aja sama wulan. Aku membuka tasku untuk mengecek jam di ponselku. Kemudian hening panjang ketika menemukan air minum kemasan yang masih utuh di tasku. Laaah lantas, tadi minuman siapa yang ku minum?! "emmm, ini minuman siapa yah? hehee," tanyaku malu. wulan menjawab, "minumanku, cy..." entah wulan pasang ekspresi sedih atau ngetawain. Sambil nyengir, "ini hamp...

Dikunjungi Auditor

Kemaren siang kosan ku dikunjungi oleh seorang gadis belia dari Gresik, sebut saja aanya Nabilah (nama samaran). Berhubung pagar kos selalu dikunci, dia heboh nelpon dan nge’line minta dibukain pagar. Karena aku lagi sholat, yang keluar ngebukain adalah wulan. Dia datang bersama pacarnya dari Purworejo, sebut saja Dipta (nama samaran). Dipta kemudian berkenalan dengan wulan dan ternyata mereka pernah kenal, tepatnya 1,2 tahun yang lalu (sayangnya bukan 12 tahun yang lalu kayak Cinta dan Rangga), tepatnya mereka teman sekelas. Nabilah masuk ke kamarku dan merubah keadaan. Kamarku yang biasanya hening menjadi berisik, kamarku yang biasanya dingin menjadi sedikit gerah. Mungkin karena keneradaannya menaikkan kadar karbondioksida di kamarku. Dia mengambil alih zona nyamanku, yep kasur. Tempatku berguling-guling nulis diary * lebay *, tempatku menangis dengan posisi tengkurap dan muka tertutup bantal * sinetron *. Nabil membolak-balik halaman demi halaman buku tebal yang ada ...

Lucu Lucu

Sekitar seminggu yang lalu, tepatnya hari minggu tanggal 23 November 2014 diadakan Pasar Seni ITB. Konon kata Ghea, event ini dilaksanakan 4 tahun sekali dan terbesar se-asia tenggara. Dimulai dari pagi hari. Jujur aja waktu itu saya lagi gak bisa sholat, jadinya bisa bangun telat. Niat bangun telat ini juga disebabkan badan capek karena malem sabtu tidur di kereta api dan paginya langsung tes di rumah sakit *tiiiiit* sampai jam 12 siang. Sekitar jam 7 pagi, HP bergetar. Ternyata ada SMS dari Ghea. Ghea ngajakin ke pasar gasibu sekitar jam 8, kemudian dilanjutkan ke pasar seni ITB sekitar jam 10 atau 11an. Kemudian aku kembali menarik selimut tanpa membalas SMS Ghea. Sekitar 30 menit selanjutnya aku bangun dan membalas SMS, ku putuskan untuk ga ikut ke pasar gasibu karena nyeri haid, tapi ikut ke pasar seni aja. Jam 11 aku keluar kosan. Cuaca udah mendung banget dan angkot yang lewat pada penuh. Tumben. Padahal biasanya keadaan ini hanya dijumpai kalau kuliah pagi, kare...