Langsung ke konten utama

Postingan

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Lika-liku Kuliah S-2 dengan Biaya Mandiri

  Recent update : Aku gagal BPI LPDP untuk yang ketiga kalinya dan melepaskan partial scholarship dari Mahidol University. *** Ocy sekarang dimana? Aku sekarang sudah kembali menjadi anak kosan di Jogja. Kerja di sana? Kuliah Beasiswa? Bukan :) *** Kuliah S-2 memang bukan kewajiban, hanyalah sebuah opsi yang merupakan bagian kecil dari perjalanan hidup. Jangan pernah memilih kuliah S-2 hanya karna gengsi atau ikut-ikutan teman dekat. Kuliah S-2 tidaklah mudah, selain tesis, ada beban publikasi jurnal terakreditasi dan presentasi ilmiah di ajang internasional yang harus siap dikejar. Harus mengusahakan untuk tidak berlama-lama mengejar target karena UKT tidaklah murah (bagiku yang sudah tidak lagi bekerja, 16 juta per semester bukan harga yang murah). Sebelum pada akhirnya menginjakkan kaki di jogja, aku sempat bergelut dengan pikiranku sendiri. Aku gagal meraih beasiswa, tapi sudah terlanjur lolos seleksi universitas. Orang tuaku menyarankan u...

Sisi Lain Pseudoephedrine

Disclaimer: Tulisan ini tidak bermaksud mempromosikan obat merk tertentu. Merk obat yang disebutkan dalam tulisan ini hanyalah contoh merk obat dengan kandungan kombinasi Pseudoephedrine/Antihistamin yang beredar di Indonesia dan memang digunakan oleh pasien dalam cerita ini.   ***  Suatu malam yang dingin, saya sedang bertugas sebagai  apoteker penanggung jawab shift malam. Seperti biasa, saya berjaga di farmasi central lantai 2, bersama 2 orang asisten. Waktu menunjukkan hampir pukul 12 malam. Seorang asisten apoteker dari depo farmasi IGD lantai 1 menelepon. Asisten depo: Bu oci, di atas sibuk? Saya: Lumayan. Kenapa, wul? Asisten depo: Ada pasien pulang IGD. Obatnya Tremenza tablet aja sih bu, 3 kali sehari. Saya : Oke, siap meluncur. Asisten depo: Yakin, bu? Diserah sama aku aja gapapa kok, bu. Cuma Tremenza ini. Buat pilek kan, bu? Saya: Sesuai SOP, serah obat harus sama apoteker. Tunggu aja, aku gak akan lama. *** Sesampainy...