Langsung ke konten utama

Lebaran Lebaran :)

Sebelumnya saya mau ngucapin, selamat Idul Fitri 1431H. Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin ya. Karna yang saya tau, saya makhluk aneh yang pastinya punya banyak salah sama sesama manusia. Mohon maaf se'ikhlas-ikhlasnya sama ortu, ading, keluarga, pacar, teman-teman, dan segala komponen kehidupan. Saya juga mohon maaf sama kucing di rumah yang kerap kali saya usir dari kamar.


Tahun ini saya ngeraya'in idul fitri di desa kelahiran saya. Desa Baru, begitulah nama desanya. Di sini kalo mau nyari signal HP, mesti nongkrong di pantai. Inilah yang saya lakukan setiap malam, kali aja ada sms dari yang diharapkan. wkwk

malam lebaran, nongkrong di rumah kakek (dari ayah), lanjut ke rumah tante, ke rumah keluarga lainnya yang saya kurang tau juga namanya tapi kenal mukanya, finish di tempat kakek (dari mamah). Asli bikin speechless, hampir semua keluarga bilang, "sy, makin cantik. eh tapi kenapa jadi kurusan?" Grr, tau kog kalo sebenernya saya jelek pendek.

Paginya bangun pagi, mandi subuh-subuh di sungai. Agak dingin sih. Ke mesjid bareng dengan baju dan kerudung putih. sempat narsis-narsisan sama ade. hihii

Pulangnya ketemu tante baru, om saya baru nikah. Dan sebuah fakta mengejutkan, ternyata tante baruku lebih kecil daripada saya. Lalalaa, jadi ngerasa punya temen deh (karena di keluarga saya dominasi badannya tinggi2). Hal mengejutkan lainnya adalah saya tiba-tiba punya beberapa fans di sini, yah maklumlah ga biasa punya fans. Dan berkumpullah kaum sepupu cewek, mereka bercerita banyak tentang kehidupan percintaannya dan kuliahnya dengan menampilkan foto2 bagusnya. wkwk... saya jadi pendengar saja. Minder stadium akut, abis mereka cantik-cantik semua. tapi asiik.

Sore hari, semua cucu kakek ngumpul. Dari 12 yang ngumpul, saya sendiri ceweknya. =___=" bikin keseblasan sepak bola aja sudah. Saya pelatihnya deh. #ngaur

malamnya ada yang bikin saya badmood tingkat tinggi. Sumpah pengen nyampah. Alhasil pergi ke pantai, dapat signal dan otak atik phonebook nyari tempat nyampah. Tapi gak tau mau dicurahkan ke mana, reda sendiri. HP dimatikan dan kembali ke rumah, tidur.
#zzz, dasar bodoh, ngapain coba pake nyari signal

Lebaran hari kedua,
suram sekalii~~~ bangun tidur kepala saya sakit sekali dan kata mamah, muka saya pucat kayak mayat hidup. Ga kuat hidup, take a medichine dan tidur seharian... pas bangun udah magrib. Mandi, sholat, tidur lagiii. Malemnya dapat bad lucid dream. AWESOME~~~ mau lagi. :D

Pagi minggu balik ke Muara Teweh, saya senaaang. Padahal plan awal bakal di sana sampe senin trus saya langsung di antar ke Banjarbaru buat kuliah. tapi tiba-tiba papah ada urusan dan kembalilah saya ke rumah ini. wkwk

walau besok balik, setidaknya malam ini tidur di kamar cantik ini. :)

Komentar

  1. ros, eike berkunjung.. sesuai pepatah, tamu adalah budak, jadi apa hidanganx??

    nice blog :)

    BalasHapus
  2. wkwk
    apa aja boleh, terserah km deh mw hidangan apa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Mengingat Kematian

Kemarin sekitar jam 4 sore, ada seorang pasien yang dibawa ke IGD, tetapi pada akhirnya pasien meninggal dunia. Ruang jenazah dibuka, pertanda siap menyambut keranda jenazah yang sebentar lagi akan didorong keluar dari lift. Ketika bekerja di Rumah Sakit, pemandangan ini bukanlah pemandangan asing. Tetapi kali ini ada perasaan lain yang memenuhi sistem limbik di otak. Pada saat itu jam 4 sore, adzan ashar dikumadangkan 1 jam yang lalu. Entah kenapa hatiku terus bergumam sendiri, sambil melangkah pelan menjauh dari ruang jenazah. Apa jadinya jika ketika maut datang, lantas belum sempat sholat ashar, sedangkan Allah sudah memberikan sekitar 1 jam setelah adzan sebelum maut menjemput Kalau nanti ditanyakan mengapa belum sempat sholat, harus jawab apa… Everyone wants a happy ending, and me either Please guide me to get that happy ending, ya Allah Teringat akan sebuah hadits yang sudah sering nampak di timeline. Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Rasulullah SAW bersabda, “ ...

Buang Obat dengan Baik dan Benar

Hai, pembaca dimana pun anda berada. Pada tulisan kali ini seorang apoteker yang sedang duduk di sudut kota bandung ingin berbagi ilmu tentang kapan dan bagaimana caranya membuang obat dengan baik dan benar. Langsung aja ya. Kapan obat harus dibuang? Obat yang harus dibuang adalah obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa, telah dibuka dalam waktu yang meleihi BUD ( beyond use date ) dan obat rusak. Masing-masing obat memiliki standar persentase dari kadar yang tertera pada etiket/label. Standar ini telah diatur pada masing-masing monografi obat dalam Farmakope Indonesia. Obat yang telah kadaluwarsa akan memiliki kadar yang tidak memenuhi standar monografinya, sehingga akan memerikan efek yang tidak optimal. Lantas, obat kadaluwarsa tetap tidak boleh diminum karena industri farmasi sudah tidak bertanggung jawab terhadap kualitas obat. BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. BUD untuk oba...