Langsung ke konten utama

Menikah?

tidak mau kalah dengan kemesraan pernikahan anang dan ashanti, anak-anak farmasi angkatan 2009 pun mulai memikirkan rencana untuk menikah.
pagi-pagi sebelum kuliah Farmakokinetika, timeline dibanjiri oleh antusias teman-teman yang mau menikah.

meskipun LDRan:

 semangat menikah tetap ada:

NB: farmasi dikenal bagus management waktunya, makanya untuk pengaturan jadwal supaya gak bentrok adalah hal penting

ada juga yg pengen menikah krn terdesak usia:


 mungkin ini efek kata2 dosen KIE, "kuliah Farmasi itu lama, habis S-1 mesti lanjut kuliah profesi. sabar~"
atau bisa juga ini adalah efek menahan siksa laporan. entahlah..

smoga kalo ada yang nikah, saya diundang. lumayan makan gratis, siapa tau bisa tambah tinggi. smoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah yaa~ :D


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Kenapa Menunggu Obat Lama

Hai semua, apa kabar? Seonggok apoteker  yang sedang patah hati, dari sudut kota bandung yang dingin ingin berbagi cerita.  Kenapa nunggu obat di farmasi itu lama? Pelayanan farmasi adalah suatu  proses yang panjang . Ketika resep datang, asisten apoteker mengisi lembar skrining administratif dan apoteker melakukan review terhadap dosis, interaksi, kontraindikasi (termasuk riwayat alergi) dan duplikasi terapi. Resep yang lolos diinput dan dibayar oleh pasien. Asisten apoteker mengambil obat sesuai tracer, disatukan dengan resep dan etiket dalam satu keranjang. Selanjutnya keranjang diserahkan kepada asisten apoteker yang bertugas mengemas obat. Petugas mengemas obat dengan memperhatikan kesesuaian tracer, resep asli dan fisik obat, menempelkan etiket dan menulis expired date. Obat yang sudah dikemas dicek oleh asisten apoteker yang bertugas sebagai petugas cek. Latas diserahkan kepada apoteker ‘petugas serah’ untuk dicek lagi dan diserahkan kepada pasien. Kur...

Potong Rambut (jadi sial)

Selasa sore (16 Jun ’10) saya pergi ke salon yang biasanya jadi tempat potong rambut selama masih SMA. Jadi sering potong rambut di situ karena tukang salonnya cewek beneran. Namun ternyata tuh salon udah raib entah kemana. Pergilah saya ke salon yang satunya lagi, ternyata tutup. Oh No !!! ya udah lah, muter-muter nyari, rata-rata isinya wadam. And finally,, nemu juga yang tukang potongnya cewek beneran. Kebetulan lagi sepi, senangnya hatiku jadi kalo buka kerudung kan gak apa-apa. Potong rambut dimulai. Rambutku yang udah 10 bulan gak dipotong mulai di semprot-semprot dan potong-potong gak jelas. Beberapa menit kemudian datanglah seorang cowok yang mau di- cream bath (maaf jika salah nulis karena sejak lagir gak pernah di-krimbat). Dalam hati udah nangis, “mohon ampuni aku, Ya Allah. Dia bukan muhrimku, gak boleh liat aku gak pake kerudung…” --> saya mendadak lebay. =__=” __entah kenapa otak saya bisa ngomong kayak gitu. Padahal saya bukan cewek baik-baik yang sholeh. Berkerudun...