Langsung ke konten utama

Tulang Rusuk

"jika memang dirimulah tulang rusuk ku, kau akan kembali pada tubuh ini, ku akan tua dan mati dalam pelukmu, untukmu~ seluruh nafas ini.."

sebut saja namanya Nony (nama samaran), temanku sekelompok praktikum teknologi sediaan steril. terlihat rada lusuh hari ini. padahal biasanya, modis banget.
selama duduk di sampingku, berulang kali Nony menyanyikan lagu itu, sambil menulis laporan steril.

"tumben ka, rada berantakan rambutnya. rada galau juga. kenapa emang ka?" aku bertanya dengan muka polos *hoeck, polos?*
"mulai LDRan sama abang, mulai jauh dari si tulang rusuk," jawab nony dg muka sendu.

sebenarnya aku rada bingung pas nony bilang kalau si abang (pacarnya) adalah si tulang rusuknya. bukannya yang biasa disebut tulang rusuk adalah cewenya yah? tau ah gelap.

*nony mulai menyanyikan lagu yang sama, yang ada tulang rusuknya tadi*
"kaka mau makan di KFC? itu kan lagu yang sering banget diputar di KFC ka," again, aku ngomong dengan muka polos  *eaa
"ia ka, yg video clip nya marah-marah itu, sering banget diputar," sahut maria dari ujung lab. Nony akhirnya bersuara, "aargh! jangan bahas-bahas KFC! mana pernah ke situ sama abang!" "ooh, jadi sensinya karena gak pernah diajak abang ke KFC yaa?" heldy menyahut dari meja tengah.
mari kita doakan semoga ka Nony dan abang (si tulang rusuknya) bisa makan di KFC berdua. supaya si ka Nony gak sensi lagi kalau mendengar kata 'Ke-Ef-Si'. amiin.

sekian cerita di sela menjelang praktikum steril~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Mengingat Kematian

Kemarin sekitar jam 4 sore, ada seorang pasien yang dibawa ke IGD, tetapi pada akhirnya pasien meninggal dunia. Ruang jenazah dibuka, pertanda siap menyambut keranda jenazah yang sebentar lagi akan didorong keluar dari lift. Ketika bekerja di Rumah Sakit, pemandangan ini bukanlah pemandangan asing. Tetapi kali ini ada perasaan lain yang memenuhi sistem limbik di otak. Pada saat itu jam 4 sore, adzan ashar dikumadangkan 1 jam yang lalu. Entah kenapa hatiku terus bergumam sendiri, sambil melangkah pelan menjauh dari ruang jenazah. Apa jadinya jika ketika maut datang, lantas belum sempat sholat ashar, sedangkan Allah sudah memberikan sekitar 1 jam setelah adzan sebelum maut menjemput Kalau nanti ditanyakan mengapa belum sempat sholat, harus jawab apa… Everyone wants a happy ending, and me either Please guide me to get that happy ending, ya Allah Teringat akan sebuah hadits yang sudah sering nampak di timeline. Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Rasulullah SAW bersabda, “ ...

Buang Obat dengan Baik dan Benar

Hai, pembaca dimana pun anda berada. Pada tulisan kali ini seorang apoteker yang sedang duduk di sudut kota bandung ingin berbagi ilmu tentang kapan dan bagaimana caranya membuang obat dengan baik dan benar. Langsung aja ya. Kapan obat harus dibuang? Obat yang harus dibuang adalah obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa, telah dibuka dalam waktu yang meleihi BUD ( beyond use date ) dan obat rusak. Masing-masing obat memiliki standar persentase dari kadar yang tertera pada etiket/label. Standar ini telah diatur pada masing-masing monografi obat dalam Farmakope Indonesia. Obat yang telah kadaluwarsa akan memiliki kadar yang tidak memenuhi standar monografinya, sehingga akan memerikan efek yang tidak optimal. Lantas, obat kadaluwarsa tetap tidak boleh diminum karena industri farmasi sudah tidak bertanggung jawab terhadap kualitas obat. BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. BUD untuk oba...