Langsung ke konten utama

Just Keep Going On!


Pernahkan kamu merasa apa yang terjadi tidak sesuai dengan rencana dan harapanmu? Lantas kamu mencoba menerima dan berlapang dada. Kamu mencoba kembali bangkit dan menyusun rencana untuk mewujudkan harapan yang baru. Selang waktu berjalan, akhirnya datanglah hari dimana kamu menyadari bahwa harapan yang dulunya gagal kamu dapatkan memang bukanlah sesuatu yang terbaik untukmu.


Aku berada di usia dimana teman-temanku ada yang sudah menikah, ada yang tengah menyiapkan pernikahannya, ada yang sedang sibuk-sibuknya menjadi orang tua, ada yang sudah travelling kemana-mana, ada yang sudah memiliki pekerjaan tetap, ada yang tengah dan telah menyelesaikan pendidikan magister. Lantas, aku sedang sibuk apa? Aku sudah seminggu menjadi pengangguran. Aku mengundurkan diri dari perusahaan, berdekatan dengan hari dimana aku dinyatakan gagal lolos seleksi beasiswa (lagi). Kadang, aku merasa tertinggal dibanding mereka. But hey, life is not a racing! Everyone just has their own story.

 

Ingatanku melayang jauh ke masa mengerjakan skripsi, 4 tahun silam. Masa dimana aku memahami cepat tidaknya seseorang dalam menyelesaikan penelitiannya bukan indikator mutlak dalam menilai kecerdasan dan kesuksesan seseorang. “Jangan membandingkan sesuatu yang tidak setara.” Setiap orang memiliki cerita dan masalah berbeda, jadi kita tidak bisa membandingkan orang yang satu dengan lainnya.

Bisa jadi mereka yang meraih sukses, telah menelan lebih banyak pahitnya kegagalan, hanya saja mereka tidak menceritakannya. Bisa jadi mereka yang lebih dulu menikah sebenarnya lebih giat dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah dibanding kita yang belum menikah.

I’ve never met strong person with an easy past,” – unknown.

Kita bisa berencana, berusaha, dan berdoa. Tapi kita tidak bisa menentukan hasil akhirnya. Kalau mendapatkan hasil sesuai dengan harapan, jangan ujub. Jika pada akhirnya gagal, beristirahatlah sejenak untuk melepas penat, sambil membuat rencana baru. Jika kita terus berdoa dan berusaha, yakinlah, akan ada suatu hari dimana doa kita akan terjawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Mengingat Kematian

Kemarin sekitar jam 4 sore, ada seorang pasien yang dibawa ke IGD, tetapi pada akhirnya pasien meninggal dunia. Ruang jenazah dibuka, pertanda siap menyambut keranda jenazah yang sebentar lagi akan didorong keluar dari lift. Ketika bekerja di Rumah Sakit, pemandangan ini bukanlah pemandangan asing. Tetapi kali ini ada perasaan lain yang memenuhi sistem limbik di otak. Pada saat itu jam 4 sore, adzan ashar dikumadangkan 1 jam yang lalu. Entah kenapa hatiku terus bergumam sendiri, sambil melangkah pelan menjauh dari ruang jenazah. Apa jadinya jika ketika maut datang, lantas belum sempat sholat ashar, sedangkan Allah sudah memberikan sekitar 1 jam setelah adzan sebelum maut menjemput Kalau nanti ditanyakan mengapa belum sempat sholat, harus jawab apa… Everyone wants a happy ending, and me either Please guide me to get that happy ending, ya Allah Teringat akan sebuah hadits yang sudah sering nampak di timeline. Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Rasulullah SAW bersabda, “ ...

Buang Obat dengan Baik dan Benar

Hai, pembaca dimana pun anda berada. Pada tulisan kali ini seorang apoteker yang sedang duduk di sudut kota bandung ingin berbagi ilmu tentang kapan dan bagaimana caranya membuang obat dengan baik dan benar. Langsung aja ya. Kapan obat harus dibuang? Obat yang harus dibuang adalah obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa, telah dibuka dalam waktu yang meleihi BUD ( beyond use date ) dan obat rusak. Masing-masing obat memiliki standar persentase dari kadar yang tertera pada etiket/label. Standar ini telah diatur pada masing-masing monografi obat dalam Farmakope Indonesia. Obat yang telah kadaluwarsa akan memiliki kadar yang tidak memenuhi standar monografinya, sehingga akan memerikan efek yang tidak optimal. Lantas, obat kadaluwarsa tetap tidak boleh diminum karena industri farmasi sudah tidak bertanggung jawab terhadap kualitas obat. BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. BUD untuk oba...