Langsung ke konten utama

Dan Ketahuan

hulahalo~~
saya mau bercerita, tentang hari ini. tentang saya yang akhirnya ketahuan punya pacar akibat keceplosan.

17 Agustus 2009, memulai cerita dengan menerima seseorang via sms. dijalani secara LDRan, sampai saat ini.

hari ini, ayah sama ade ke mesjid buat sholat Jum'at. jadi di rumah cuma ada aku dan mama. sambil bantuin mama masak, entah gimana jalannya, pembicaraan kami mengarah pada malam minggu. percakapannya seperti ini (udah diterjemahkan ke indo, aku sama mama ngomongnya pake bahasa Banjar) :

mama : kamu selama kuliah, malam minggu sering jalan?
aku : gak, ngerjain laporan aja, sembari belajar buat pretes.
mama : wah, udah punya pacar kamu?
aku : (sambil ngiris sayur) udah, tapi paling banter sms-an. *jeger!! ngomong apa aku barusan? OMG, smoga gak dimarahin
mama : pantesan kalo ditanya masalah pacar langsung pura2 gak denger.
aku : *speechless, nunduk, sok sibuk nyuci sayur
mama : anak farmasi juga? atau temen SMA? udah brapa lama?
aku : bukan, ma. baru tiga semester.
mama : bukannya pas SMA cuek bener ya kamu sama cowok, sering pula nyuruh papahmu bilang kalo kamu udah tidur ke cowok yg ngajak jalan.
aku : hehe *tambah speechless
mama : jadi pacarmu siapa? yang tiap liburan ngajak kamu jalan, trus kalo jemput, parkirnya di deket tangga?
aku : jangan bilang papah, ma.
mama : jadi beneran yang itu?
aku : gitu deh..

buru2 mengalihkan pembicaraan, sebelum ditanya lebih jauh.

ya salah satu keburukan ku itu adalah keceplosan. dapat terjadi ketika asik ngerjain sesuatu, atau di saat ngantuk. akan menjadi orang jujur jika berada pada kedua situasi itu. rada bodo~
=_________="

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Obat yang Mempengaruhi Pembekuan Darah

Ketika terjadi pembekuan darah di pembuluh darah, maka aliran darah menuju jaringan tujuan akan terhambat. Hal ini dapat menyebabkan stroke, serangan jantung atau cilculatory crises . Sehingga pada pasien dengan risiko stroke dan serangan jantung kerap kali mendapatkan aspirin, klopidogrel atau dabigatran untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Kadang pasien bertanya, “ kan kemaren saya pakai aspirin, nah kenapa sekarang pakai warfarin? ” Ada juga keluarga pasien yang menolak penggunaan streptokinase karena harganya yang jutaan, sehingga pada akhirnya dokter memutuskan mengubah terapi menjadi enoxaparin. Lantas apa bedanya obat-obat tersebut? Karena katanya apoteker itu drugs expert (tapi gak berlaku untuk saya yang gak sengaja menjadi apoteker ini), mari kita review bersama. Antiplatelet Jika suatu atheroma (deposit lemak pada dinding arteri) terbentuk, platelet pada darah akan terstimulasi untuk mengumpul di sekitar area ini dan membentuk pembekuan darah. Kelompok obat...

Buang Obat dengan Baik dan Benar

Hai, pembaca dimana pun anda berada. Pada tulisan kali ini seorang apoteker yang sedang duduk di sudut kota bandung ingin berbagi ilmu tentang kapan dan bagaimana caranya membuang obat dengan baik dan benar. Langsung aja ya. Kapan obat harus dibuang? Obat yang harus dibuang adalah obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa, telah dibuka dalam waktu yang meleihi BUD ( beyond use date ) dan obat rusak. Masing-masing obat memiliki standar persentase dari kadar yang tertera pada etiket/label. Standar ini telah diatur pada masing-masing monografi obat dalam Farmakope Indonesia. Obat yang telah kadaluwarsa akan memiliki kadar yang tidak memenuhi standar monografinya, sehingga akan memerikan efek yang tidak optimal. Lantas, obat kadaluwarsa tetap tidak boleh diminum karena industri farmasi sudah tidak bertanggung jawab terhadap kualitas obat. BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. BUD untuk oba...