Langsung ke konten utama

Sehari Bersama Alda

yah ini ku perkenalkan temen sekelompok penelitianku. sangat cantik, supel, suaranya bagus dan baik hati. Raesha Valda namanya (kerudung coklat).


Pagi ini sedang dilanda duka.
ya, kami belum dapat dosen pembimbing.
Ditolak~ ya sakit hati lah.
ini sudah H-5.
susahnya nyari dosen bidang analisis. kenapa juga aku ngambil bidang yang sulit gini?
doakan kami.. *pasrah*

Sekitar lewat tengah hari, kuliah usai. Kami ninggalin kampus.
Hari ini gak praktikum. Ilres II, Biofarmasetika dan Farmakologi-Toksikologi baru dimulai senin ini.

Salon Asma Martapura, kami ke sini bukan buat nyalon. tapi nyewa rumput dan bunga buat dekorasi Seminar Nasional Kefarmasian.
sempat nanya sama mbak nya, "asik gak mbak, kerja di tengah2 baju pengantin dan aksesoris gini?"
mbaknya jawab, "dibawa asyik aja lah.."



PS: ini foto bukan berarti saya pengen pake wedding dress itu. karena klo sy yang pake, kelelep. itu cuma gaya foto kok.

Lanjut ke Pasar Batuah Martapura buat beli beberapa bahan tambahan dekorasi.



di tengah pasar, pacarnya Alda nelpon ngamuk-ngamuk gara-gara gak di SMSin sejak pagi. Saya diam, menatap ekspresi muka Alda.

sampai di toko kosmetika, Alda merekomendasikan saya beli maskara. apalah daya, bakat gak ada.
akhirnya yang beli maskara si Alda aja.

sorenya balik ke Banjarbaru. Langsung ke rumah El'em buat ngerjain Logbook.
maaf yaa rumahnya jadi berantakan. :P

abis magrib balik ke kos. nulis blog, belajar pretes sambil lanjut PKM-Penelitian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Obat yang Mempengaruhi Pembekuan Darah

Ketika terjadi pembekuan darah di pembuluh darah, maka aliran darah menuju jaringan tujuan akan terhambat. Hal ini dapat menyebabkan stroke, serangan jantung atau cilculatory crises . Sehingga pada pasien dengan risiko stroke dan serangan jantung kerap kali mendapatkan aspirin, klopidogrel atau dabigatran untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Kadang pasien bertanya, “ kan kemaren saya pakai aspirin, nah kenapa sekarang pakai warfarin? ” Ada juga keluarga pasien yang menolak penggunaan streptokinase karena harganya yang jutaan, sehingga pada akhirnya dokter memutuskan mengubah terapi menjadi enoxaparin. Lantas apa bedanya obat-obat tersebut? Karena katanya apoteker itu drugs expert (tapi gak berlaku untuk saya yang gak sengaja menjadi apoteker ini), mari kita review bersama. Antiplatelet Jika suatu atheroma (deposit lemak pada dinding arteri) terbentuk, platelet pada darah akan terstimulasi untuk mengumpul di sekitar area ini dan membentuk pembekuan darah. Kelompok obat...

Buang Obat dengan Baik dan Benar

Hai, pembaca dimana pun anda berada. Pada tulisan kali ini seorang apoteker yang sedang duduk di sudut kota bandung ingin berbagi ilmu tentang kapan dan bagaimana caranya membuang obat dengan baik dan benar. Langsung aja ya. Kapan obat harus dibuang? Obat yang harus dibuang adalah obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa, telah dibuka dalam waktu yang meleihi BUD ( beyond use date ) dan obat rusak. Masing-masing obat memiliki standar persentase dari kadar yang tertera pada etiket/label. Standar ini telah diatur pada masing-masing monografi obat dalam Farmakope Indonesia. Obat yang telah kadaluwarsa akan memiliki kadar yang tidak memenuhi standar monografinya, sehingga akan memerikan efek yang tidak optimal. Lantas, obat kadaluwarsa tetap tidak boleh diminum karena industri farmasi sudah tidak bertanggung jawab terhadap kualitas obat. BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. BUD untuk oba...