Langsung ke konten utama

Akhir Mei

Hai bandung, selamat malam

Kau terasa dingin malam ini. Musim hujan menambah dingin hawamu malam ini. Seperti biasa, jalananmu sedang basah ketika aku pulang kerja. Tasku yang sudah penuh dengan kertas-kertas konseling membuatku enggan membawa jaket, aku tak ingin talinya putus, dan aku tak ingin menambah beban pada pundakku. Saat dingin mulai terasa menembus tulangku yang ukurannya tidak seperti manusia normal, aku memeluk tas erat-erat. Lumayan, memberikan rasa hangat di sekitar dada.

Setibanya di kamar, aku membersihkan diriku dan menunaikan kewajiban sebagai umat muslim. Seperti yang selalu ku lakukan di setiap malam, aku mulai mengerjakan tugas, dengan kertas berhamburan di kasur dan headset terpasang di telinga. Memikirkan penyelesaian masalah pasienku sering kali membuatku tenggelam dalam dunia ku sendiri, hingga lupa dan tersadar ketika tengah malam sudah lewat.

Hari ini, 20 Mei 2014. Agak merasa sedih ketika melihat kalender.
Sudah hampir akhir bulan, waktu kerjaku di rumah sakit itu tinggal 3 hari lagi. Sudah hampir akhir bulan, seseorang yang ku jadikan  tempat berbagi dan sepertinya menyayangiku dengan tulus, akan pindah ke jogja untuk bekerja di sebuah perusahaan.

Ku akui, aku merasa sedih. Aku menyukai rumah sakit itu. Aku menyukai tinggal di kota yang sama denganmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Kenapa Menunggu Obat Lama

Hai semua, apa kabar? Seonggok apoteker  yang sedang patah hati, dari sudut kota bandung yang dingin ingin berbagi cerita.  Kenapa nunggu obat di farmasi itu lama? Pelayanan farmasi adalah suatu  proses yang panjang . Ketika resep datang, asisten apoteker mengisi lembar skrining administratif dan apoteker melakukan review terhadap dosis, interaksi, kontraindikasi (termasuk riwayat alergi) dan duplikasi terapi. Resep yang lolos diinput dan dibayar oleh pasien. Asisten apoteker mengambil obat sesuai tracer, disatukan dengan resep dan etiket dalam satu keranjang. Selanjutnya keranjang diserahkan kepada asisten apoteker yang bertugas mengemas obat. Petugas mengemas obat dengan memperhatikan kesesuaian tracer, resep asli dan fisik obat, menempelkan etiket dan menulis expired date. Obat yang sudah dikemas dicek oleh asisten apoteker yang bertugas sebagai petugas cek. Latas diserahkan kepada apoteker ‘petugas serah’ untuk dicek lagi dan diserahkan kepada pasien. Kur...

Buang Obat dengan Baik dan Benar

Hai, pembaca dimana pun anda berada. Pada tulisan kali ini seorang apoteker yang sedang duduk di sudut kota bandung ingin berbagi ilmu tentang kapan dan bagaimana caranya membuang obat dengan baik dan benar. Langsung aja ya. Kapan obat harus dibuang? Obat yang harus dibuang adalah obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa, telah dibuka dalam waktu yang meleihi BUD ( beyond use date ) dan obat rusak. Masing-masing obat memiliki standar persentase dari kadar yang tertera pada etiket/label. Standar ini telah diatur pada masing-masing monografi obat dalam Farmakope Indonesia. Obat yang telah kadaluwarsa akan memiliki kadar yang tidak memenuhi standar monografinya, sehingga akan memerikan efek yang tidak optimal. Lantas, obat kadaluwarsa tetap tidak boleh diminum karena industri farmasi sudah tidak bertanggung jawab terhadap kualitas obat. BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. BUD untuk oba...