Langsung ke konten utama

Bye bye Toko Buku

Jadi hari ini aku selesai kuliah sekitar jam 12. Sambil ngeberesin buku, ngelirik HP dan banyak sms *cieee
Dari Syahrul, yang sms nya ga aku bales karena kuliah. Sampai-sampai dia nanya, "cy, masih hidup?"
Dia nge'sms seheboh itu karena minta diambilin undangan pelantikan apoteker dan Surat Keterangan Lulus.
sms selanjutnya dari Nabil, minta diambilin undangan pelantikan si Kiki.
Karena sudah menunjukkan waktu ishoma untuk staf ITB, ku pikir ga akan bisa ambil undangan sebelum jam kerja dimulai lagi.

Di lift, bareng ima. Ima nanya, "cy, mau kemana habis ini?". Yaa kemana lagi selain gramedia. Kebetulan Ima juga mau ke sana katanya.

Sekitar jam 13.30, titipan beres. Meluncurlah kami ke gramedia dengan angkot Caringin-Sadang Serang. Angkotnya ngebut. Entah kenapa aku suka angkot ngebut.

Sesampainya di depan tempat yang dituju, temenku ngajak ke BIP sebentar buat nyari rok yang rencananya dipakai 16 oktober 2014 nanti.
Yep, aku bersedia. "Boleh lah yaa sampai ashar," pikirku.
Lebih dari 1 jam berkeliling. Naik turun eskalator kayak setrikaan, akhirnya ima menemukan rok yang diinginkan di lantai 1 (balik ke pilihan kedua! Aah wanita~ :p).

"Cy, mutia mau ke sini. Sudah di jalan. Kita tunggu di sini dulu ya," kata ima sambil mainin HP.
Ku pikir, pasti bakalan lama. Mikir mikir mikir ngapain biar ga bosen dan aah ada toko buku, lupa namanya yang jelas isinya buku impor semua.
Baca sana baca sini, eh udah ashar aja.
Akku dan ima memutuskan untuk menunggu mutia di mushola aja sambil sholat. Abis sholat ashar, ngantuk banget rasanya. Akhirnya mutia datang.

Trus kami ke gramedia? Tidaaak~
Ternyata mutia juga mau nyari rok dan kemeja untuk pelantikan apoteker. Hingga akhirnya jam 5 sore.
*turun eskalator*
Ima: "ke gramed cy?"
Aku: "pulang aja yuk udah sore"
Mutia: "ooh kalian udh mau pulang? Aku masih mau nyari sesuatu, kita pisah di sini aja yaa. Dadaah~"

Wanita dan belanja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Obat yang Mempengaruhi Pembekuan Darah

Ketika terjadi pembekuan darah di pembuluh darah, maka aliran darah menuju jaringan tujuan akan terhambat. Hal ini dapat menyebabkan stroke, serangan jantung atau cilculatory crises . Sehingga pada pasien dengan risiko stroke dan serangan jantung kerap kali mendapatkan aspirin, klopidogrel atau dabigatran untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Kadang pasien bertanya, “ kan kemaren saya pakai aspirin, nah kenapa sekarang pakai warfarin? ” Ada juga keluarga pasien yang menolak penggunaan streptokinase karena harganya yang jutaan, sehingga pada akhirnya dokter memutuskan mengubah terapi menjadi enoxaparin. Lantas apa bedanya obat-obat tersebut? Karena katanya apoteker itu drugs expert (tapi gak berlaku untuk saya yang gak sengaja menjadi apoteker ini), mari kita review bersama. Antiplatelet Jika suatu atheroma (deposit lemak pada dinding arteri) terbentuk, platelet pada darah akan terstimulasi untuk mengumpul di sekitar area ini dan membentuk pembekuan darah. Kelompok obat...

Buang Obat dengan Baik dan Benar

Hai, pembaca dimana pun anda berada. Pada tulisan kali ini seorang apoteker yang sedang duduk di sudut kota bandung ingin berbagi ilmu tentang kapan dan bagaimana caranya membuang obat dengan baik dan benar. Langsung aja ya. Kapan obat harus dibuang? Obat yang harus dibuang adalah obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa, telah dibuka dalam waktu yang meleihi BUD ( beyond use date ) dan obat rusak. Masing-masing obat memiliki standar persentase dari kadar yang tertera pada etiket/label. Standar ini telah diatur pada masing-masing monografi obat dalam Farmakope Indonesia. Obat yang telah kadaluwarsa akan memiliki kadar yang tidak memenuhi standar monografinya, sehingga akan memerikan efek yang tidak optimal. Lantas, obat kadaluwarsa tetap tidak boleh diminum karena industri farmasi sudah tidak bertanggung jawab terhadap kualitas obat. BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. BUD untuk oba...