Langsung ke konten utama

Innocent Face

Sabtu, sekitar jam 5 sore aku main ke tempat belajarnya teman-teman yang akan ujian apoteker. Semangat yaa teman-teman, semoga kali ini bisa dapat gelar apotekernyaaa! :)


Aku duduk di dekat buku-buku milik wulan. Karena ngerasa haus, aku pun minum air minum kemasan yang ku beli tadi pagi. woow ajaib, airnya masih dengan suhu seperti dikeluarin dari kulkas. Aku pun minum hingga hampir habis.

Setelah ketemu mbak iras dan juju, wulan ngajakin pulang. Sebenarnya pengen banget ketemu Nunu, tapi Nunu masih diskusi sama seniornya. Ditunggu-tunggu ga muncul juga, akhirnya memutuskan pulang aja sama wulan.

Aku membuka tasku untuk mengecek jam di ponselku. Kemudian hening panjang ketika menemukan air minum kemasan yang masih utuh di tasku. Laaah lantas, tadi minuman siapa yang ku minum?!
"emmm, ini minuman siapa yah? hehee," tanyaku malu.
wulan menjawab, "minumanku, cy..." entah wulan pasang ekspresi sedih atau ngetawain.
Sambil nyengir, "ini hampir habis lan, aku yg minum... ku pikir tadi ini minumanku. pantesan masih dingin. Hehehe. Ma'aaaaaaaaf banget yak. Heheheee"
Akhirnya minuman itu ku telan secara gratis, karena wulan gak mau menerima niatku untuk menggantinya dengan minum yang baru.

Aku pun pulang jalan kaki bersama wulan sambil menatap indahnya langit senja Bandung yang jingga berpadu dengan putih dan biru. What a beautiful dusk sky~

terima kasih, wulan
maaf yaa, wulan
hehehee *malu*

sekian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa NaCl 3% & Nutrisi Parenteral merupakan High-Alert Medications?

Hello, rekan sejawat farmasis Indonesia~ Semoga selalu semangat untuk belajar ya! * mendoakan diri sendiri hahaha *. Di malam minggu yang tengah diguyur hujan ini, saya ingin berbagi ilmu terkait 2 jenis dari sekian banyak obat yang digolongkan sebagai High-alert medications (berdasarkan ISMP – Institute for Safe Medications Practice), yaitu NaCl 3 % dan Sediaan Nutrisi Parenteral (atau sering disebut TPN, padahal belum tentu sediaan tersebut benar-benar sebagai nutrisi parenteral ‘total’, karena bisa jadi hanya sebagai nutrisi parenteral ‘parsial’). Jadi, mengapa NaCl 3% & Sediaan Nutrisi Parenteral merupakan bagian dari High-Alert Medications? Let’s find the answer!  Infus NaCl 3%   NaCl 3% adalah 3 gram NaCl dalam 1 L WFI, yang artinya 1 L mengandung Natrium 513 mEq/L dan Klorida 513 mEq/L. NaCl 3% diberikan pada kondisi hiponatremia. Dikutip dari Applied Therapeutics 10th Ed – Koda Kimble , 1/3 dari defisit natrium diberikan pada 12 jam pertama dengan kec...

Kenapa Menunggu Obat Lama

Hai semua, apa kabar? Seonggok apoteker  yang sedang patah hati, dari sudut kota bandung yang dingin ingin berbagi cerita.  Kenapa nunggu obat di farmasi itu lama? Pelayanan farmasi adalah suatu  proses yang panjang . Ketika resep datang, asisten apoteker mengisi lembar skrining administratif dan apoteker melakukan review terhadap dosis, interaksi, kontraindikasi (termasuk riwayat alergi) dan duplikasi terapi. Resep yang lolos diinput dan dibayar oleh pasien. Asisten apoteker mengambil obat sesuai tracer, disatukan dengan resep dan etiket dalam satu keranjang. Selanjutnya keranjang diserahkan kepada asisten apoteker yang bertugas mengemas obat. Petugas mengemas obat dengan memperhatikan kesesuaian tracer, resep asli dan fisik obat, menempelkan etiket dan menulis expired date. Obat yang sudah dikemas dicek oleh asisten apoteker yang bertugas sebagai petugas cek. Latas diserahkan kepada apoteker ‘petugas serah’ untuk dicek lagi dan diserahkan kepada pasien. Kur...

Buang Obat dengan Baik dan Benar

Hai, pembaca dimana pun anda berada. Pada tulisan kali ini seorang apoteker yang sedang duduk di sudut kota bandung ingin berbagi ilmu tentang kapan dan bagaimana caranya membuang obat dengan baik dan benar. Langsung aja ya. Kapan obat harus dibuang? Obat yang harus dibuang adalah obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsa, telah dibuka dalam waktu yang meleihi BUD ( beyond use date ) dan obat rusak. Masing-masing obat memiliki standar persentase dari kadar yang tertera pada etiket/label. Standar ini telah diatur pada masing-masing monografi obat dalam Farmakope Indonesia. Obat yang telah kadaluwarsa akan memiliki kadar yang tidak memenuhi standar monografinya, sehingga akan memerikan efek yang tidak optimal. Lantas, obat kadaluwarsa tetap tidak boleh diminum karena industri farmasi sudah tidak bertanggung jawab terhadap kualitas obat. BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. BUD untuk oba...